Manfaat Komentar Negatif

Rasanya sakit hati dan risih kalau ada yang komentar negatif tentang toko online kita, padahal kita sudah berusaha keras untuk melayani konsumen dengan baik. Apalagi jika toko online kita sudah banyak penggemarnya, tidak jarang situasi ini sering muncul.

Namun, jangan buru-buru memutuskan hubungan dengan si dia (baca : komentar negatif). Dan jangan salah kalau tanggapan negatif dapat menjadi senjata ampuh yang tersembunyi. Sebelum melanjutkan ulasan, kita sepakati dulu dengan "mengemis dan menerima tanggapan akan membuat bisnis menjadi efektif dan meroket".

Komentar negatif bukan malapetaka bagi kelangsungan bisnis, dan sudah kodrat manusia membuat kesalahan. Bisnis yang lebih baik dalam menangani kritikan yang negatif cenderung naik daun. Ketakutan menghadapi umpan balik yang negatif hanya akan membuat pembeli kabur.

Ini dia manfaat komentar negatif.

Sebagai Pengukur

Sudahkah toko online kita di nilai?
Dengan mengumpulkan celaan, dapat menjadi alat penilaian untuk memudahkan bisnis lebih menigkat, lebih maju dan lebih tahan banting. Anggaplah riak-riak sebagai peringatan supaya bisnis kita lebih maju.

Sebagai Ide

Banyak ide-ide baru yang bermunculan hanya dari komentar-komentar yang menyakitkan hati.

Setelah tau manfaat komentar negatif, trus apa dong yang menyebabkan tindakan negatif itu muncul?
Penting atau gak sih kita mengetahuinya? Situasi tersebut sering muncul ketika :

- Terlambat mengirimkan barang
- Barang tidak sesuai atau rusak
- Pelayanan buruk
- Orang yang suka mengkritik

Manfaat sudah tau, penyebabnya juga sudah, sekarang caranya bijimane?

Kembali ke setiap individu masing-masing, kebijakan mengatasi masalah berbeda pada setiap personal apakah akan diselesaikan secara tertutup atau terbuka. Dalam beberapa kasus disarankan untuk mengatasi dengan terbuka, kita tidak hanya mendapat hasil dari manfaat tapi kita juga terlihat aktif berinteraksi, sehingga yang lain dapat melihat bahwa kita peduli dan transparan.

Singkatnya, pastikan kita mengatasi komentar negatif dari kemampuan kita yang terbaik.

Coba ceritakan, apakah kamu pernah mengalaminya?
Dan bagaimana teknik kamu untuk mengatasinya?

Advertisement

0 komentar:

Poskan Komentar